Senin, 17 September 2012

panas yaaa, sambil menahan pedas sehabis makan sepiring nasi goreng, mata sudah lelah namun tak kunjung terlelap, hai everibadeh kataku dalam hati, sepi banget niiih pengen teriak :), lagi ngapa ya manusia di dunia sekarang, mau bayangin dulu ahhhh :D, ga bisa malah ngantuk :), tapi masih pengen ketik ketik niii, mau menginspirasi siapa yaaa, "ki nduk " kata bapakku membawa segelas air teh hangat untuk.ku sekejap ku tersentak, "tornuwun ya pak" kataku, srupptttttt, hemmm "segerr" kataku lagi :D,

Kamis, 24 November 2011

SISTEM ENDOKRIN


ANATOMI FISIOLOGI SISTEM ENDOKRIN
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6_fDTsAIZgIiNM4973IYAa-mj-bZhxCmCZw8CcKMN6fE168B2dzY_zwBgCrlg7xTRRsQdSF19Inge5vCQ7JlPZWRvXCS-YbP-EKCXPYguUtt9w9WnCd4YTTIhu38KXhmIdg3A5_wY6zs/s320/kkkk.JPG
A.  Perbedaan Endokrin dan Eksokrin
1.    Endokrin
*   Berkenaan dengan proses sekelompok sel yang menyekresi ke dalam sirkulasi darah atau limfe suatu zat (misalnya : hormone) yang mempunyai efek spesifik pada jaringan dalam bagian tubuh lainnya. (Kamus Saku Mosby).
*   Kelenjar buntu :
kelenjar yang mengirimkan hasil sekresinya langsung ke dalam darah yang beredar dalam jaringan. Kelenjar tanpa melewati duktus atau saluran dan hasil sekresinya yang di sebut hormone. (Syaifuddin , 2006).
2.    Eksokrin
*   Berkenaan dengan proses menyekresi ke luar melalui duktus ke permukaan suatu organ atau jaringan atau ke pembuluh darah. (Kamus Saku Mosby).


B. Pengertian dan Fungsi Hormon
Kata hormon berasal dari bahasa Yunani ³hormon´ , yang artinya membuat gerakan atau membangkitkan. Hormon mengatur berbagai proses yang mengatur kehidupan, Hormon merupakan bahan kimia yang di sekresikan ke dalam cairan tubuh oleh satu sel atau selelomok sel dan dapat mempengaruhi pengaturan fisiologi sel-sel tubuh lain.
Adapun fungsi hormon antara lain:
1.      Membedakan system saraf pusat dan system reproduktif pada janin yang      sedang berkembang.
2.      Menstimulasi urutan perkembangan
3.      Mengkoordinasi dan memelihara system reproduktif
4.      Memelihara lingkungan internal optimal
5.      Melakukan respon korektif dan adaptif ketika terjadi situasi darurat
6.      Menghasilkan hormon yang dialirkan ke dalam darah yang diperlukan oleh jaringandalam tubuh tertentu
7.      Mengontrol dan merangsang aktivitas kelenjar tubuh
8.      Merangsang pertumbuhan jaringan
9.      Mengatur metabolism, oksidasi, meningkatkan absorpsi glukosa pada usus
10.  Mempengaruhi metabolism lemak, protein, hidrat arang , vitamin , mineral, dan air

C. Mekanisme Kerja Hormon
Ada dua mekaniame umum yang sangat penting yang menyebabkan timbulnya sebagian besar fumgsi hormon :
1.      Dengan mengaktifkan system siklik AMP(3¶,5¶. Adenosine monofosfat) dalam sel yang selajutnya akan mengaktifkan banyak fungsi intraselular lain.
2.      Dengan mengaktifkan gen di dalam sel, yang menyebabkan timbulnya pembentukkan protein intraseluler yang selanjutnya akan memicu timbulnya fungsi sel yang spesifik.
Kedua mekanisme ini dapat di perjelas sebagai berikut:
MEKANISME SIKLIK AMP UNTUK PENGATURAN FUNGSI SEL ±
³KURIR KEDUA´ UNTUK PERANTARAAN HORMON
Sebagian besar hormon memberikan efeknya pada sel, pertama-tama dengan cara membentuk bahan siklik.3¶, 5¶ ± adenosine monofosfat (siklik AMP).Begitu bentuk, bahan siklik AMP akan menyebabkan hormone itu dapat bekerja di dalam sel. Jadi, siklik AMP merupakan bahwa siklik AMP bahan perantara hormone intraseluler. Bahan ini juga seringkali disebut sebagai kurir kedua bagi penengah hrmon tersebut ±³kurir pertama´ adalah hormone perangsang yang pertama. Mekanisme siklik AMP dapat di tunjukkan dengan cara yang dipakai oleh hormone-hormon berikut:
1.      Adrenokortikotrotein
2.      Hormone perangsang tiroid
3.      Hormone pelutein
4.      Hormone perangsang folikel
5.      Vasopressin
6.      Hormone paratiroid
7.      Glucagon
8.      Katekolamin
9.      Sekretin
10.  Hormone pelepas hipotalamus
Mula-mula hormone perangsang berkaitan dulu dengan reseptor yang´spesifik´ untuk hormon itu, reseptor ini terletak pada permukaan membrane sel target.Sifat khusu dari reseptor ini menentukan hormone mana yang mempengaruhi sel target. Sesudah berkaitan dengan reseptor membrane, gabungan hormone dan reseptor ini lalu mengaktifkan enzim protein adenil siklase. Enzim ini juga terdapat dalam membran dan berikatan secara langsung dengan reseptor protein atau yang sangat erat hubungannya dengan reseptor protein itu. Namun,sebagian besar enzim adenil siklase ini menonjol ke permukaan, dalam membran masuk sampai disitoplasma dan, bila enzim diaktifkan, maka akan segera menyebabkan perubahan sebagian besar ATP sitoplasma menjadi siklik AMP.
Begitu terbentuk siklik AMP ini didalam sel maka siklik AMP ini akan mengaktifkan enzim yang lain.ternyata, siklik AMP ini biasanya akan mengaktifkan serangkaian enzim. Jadi, dalam hal ini ada enzim yang pertama diaktifkan, dan enzim ini selanjutnya akan mengaktifkan enzim yang lainnya, yang nantinya akan mengaktifkan enzim yang lainnya, yang nantinya akan mengaktifkan enzim yang ketiga, dan begitu selanjutnya. Makna dari mekanisme ini adalah dengan hanya sedit molekul adenil siklase dalam membrane sel yang sudah diaktifkan dapat mengaktifkan lebih banyak lagi molekul enzim yang lain, dan keadaan ini masih dapat mengaktifkan beberapa kali lagi sebagian besar molekul enzim ketiga, dan begitu selanjutnya. Dengan cara inilah, walaupun hormone yang bekerja pada permukaan sel itu hanya sedikit saja namun ternyata hormone itu sudah dapat memulai terjadinya serangkaian tenaga pengaktif yang sangat akut diseluruh sel.
Kerja spesifik yang terjadi sebagai suatu respon terhadap siklik AMP yang terjadi didalam sel target tergantung pada sifat struktur intraselular, beberapa sel yang mempunyai serangkaian enzim dan sel ini juga mempunyai enzim yang lain. Oleh karena itu, berbagai fungsi terjadi dalam berbagai sel target- beberapa fungsi tersebut antaralain:
1.      Memulai sintesis bahan kimia intraselular yang spesifik
2.      Menyebabkan konntraksi atau relaksasi otot
3.      Memulai terjadinya sekresi oleh sel
4.      Mengubah permeabilitas sel
5.      Dan banyak lagi efek yang mungkin terjadi
Jadi, sel tiroid yang dirangsang oleh siklik AMP akan membenntuk hormon metabolic tiroksin dari triiodotironin, sedangkan bahan siklik AMP yang sama dalam sel adrenokortikal akan menyebabkan timbulnya sekresi hormon steroid adrenokortikal. Sebaliknya, bahan siklik AMP ini mempengaruhi sel-sel epitel tubulus renal dengan cara meningkatan permeabilitas tubulus terhadap air.
Peran ion kalsium dan³kalmodulin´ sebagai system kurir kedua. Ada sitem kurir kedua lain yang juga bekerja sebagai suatu respon terhadap masukknya ion kalsium kedalam sel. Masukknya kalsium mungkin dimulai oleh adanya fenomena elektrik yang membuka saluran-saluran kalsium pada membran atau dengan cara interaksi reseptor pada membrane ysng juga membuka saluran kalsium.
Sewaktu memaasuki sel, ion kalsium berkaitan dengan suatu protein yang disebut kalmodulin.protein ini mempunyai empat sisi kalsium yang terpisah, dan bila tiga atau empat sisi ini telah berikatan dengan kalsium, maka timbul perubahan yang mengaktifkan kalmodulin, menimbulkan pengaruh multiple didalam sel dengan cara yang sama dengan fungsi siklik AMP. Contohnya, ikatan tersebut akan mengaktifkan banyak enzim lainnya yang merupakan bantuan bagi enzim-enzim yang sudah diaktifkan oleh siklik AMP sebelumnya,jadi merupakan factor tambahan untuk reaksi metabolisme intraselular.salah satu fungsi spesifik dari kalmodulin adalah mengaktifkan miosin kinase yang selanjutnya akan langsung bekerja pada miosin yang terdapat dalam otot polos yang akhirnya menyebabkan timbulnya kontraksi otot polos. Konsentras normal ion kalsium diseluruh sel tubuh kira-kira 10-7sampai 10-8 milimol perliter, dan jumlah ini sebenarnya tidak cukup untuk mengaktifkan sistem kalmodulin.Namun, bila konsentrasi ion kalsium bertambah sampai setinggi 10-6sampai 10-5 milimol perliter, maka sudah cukup untuk menimbulkan ikatan sehingga kalmodulin dapat bekerja didalam sel. Jumlah ini hampir sama dengan perubahan jumlah ion kalsium yang dibutuhkan oleh otot rangka yang dipakai untuk mengaktifkan troponin C, yang selanjutnya menyebabkan timbulnya kontraksi otot rangka. Dalam hal ini yang menarik adalah fungsi dan struktur protein dalam troponin C sangat mirip dengan fungsi dan struktur protei dari kalmodulin. lain(atau³kurir kedua´) yang terdapat didalam sel. Dua dari bahan perantara ini adalah :
1.      Siklik gianosin monofosfat, yang merupakan nukleotida fungsinya sangat mirip dengan fungsi siklik AMP, hanya saja bahan ini lebih banyak mengandung bahan dasar guanin daripada adenin dan bahan ini dapat mengaktifkan berbagai susunan enzim.
2.      Inositol trifosfat, yang terbentuknya juga sebagai suatu respon terhadap pengikatan hormone dengan reseptor yang spesifik yang terdapat pada membrane sel, dan bahan ini juga masih tetap dapat mengaktifkan enzim-enzim yang lain.
Akhirnya, mungkin banyak, prostaglandin juga berfungsi sebagai bahan kurir kedua.bahan ini merupakan rangkaian ikata lipid yang sangat erat berkaitan satu sama lain dan banyak ditemukan diseluruh sel tubuh. Ada ratusan fungsi pengatur sel yang berbeda oleh prostaglandin yang telah dipostulasikan, walaupun sebagian besar fungsi ini masih menunggu adanya penelitian yang definitive.
Makna dari sistem kurir kedua multipel didalam sel adalah bahwa asetiap kurir ini dapat mengatur fungsi sel yang saling terpisah, sehingga memungkinkan berbagai cara kerja seel.
KERJA HORMON STEROID PADA GEN DALAM MENIMBULKAN SINTESIS PROTEIN
Makna penting kedua dari kerja hormon-khususnya hormone steroid yang disekresikan oleh korteks adrenal,ovarium,dan testis adalah menyebabkan timbulnya sintesis protein pada sel target ; dan selanjutnya protein ini berfungsi sebagai enzim atau sebagai protein pengangkut yang sifatnya mengaktifkan fungsi sel yang lain. Rangkaian peristiwa dari fungsi steroid itu adalah:
1.       Hormone steroid memasuki sitoplasma sel, dan didalam sitoplasma hormone berikatan dengan reseptor protein spesifik.
2.      Ikatan reseptor protein/hormone selanjutnya berdifusi kedalam atau diangkat kedalam inti.
3.      Ikatan ini selanjutnya mengaktifkan proses transkripsi dari gen-gen yang spesifik untukmembentuk RNA kurir.
4.      RNA kurir berdifusi kedalam sitoplasma untuk kemudian meningkatkan proses transkripsiyang terjadi didalam ribosom untuk membentuk protei baru.
Sebagai contoh, aldosteron, yang merupakan salah satu hormon yang disekresikan oleh korteks adrenal, memasuki sitoplasma sel-sel tubulus ginjal, yang mengandung reseptor protein yang spesifik. Oleh karena itu, didalam sel ini akan terjadi rentetan peristiwa diatas. Sesudah kira-kira 45 menit kemudian, didalam akan meningkatkan reabsorbsi natriumdari tubulus dan sekresi kalium kedalam tubulus. Jadi, ada perlambatan waktu mulainya kerja hormone steroid yakni 45 menit dan perlambatan ini dapat sampai beberapa jam atau bahkan dapat sampai beberapa hari dan kemudian baru akan tercapai kerja yang penuh, dimana hal ini merupakan gejala yang berbeda dengan kerja yang sangat cepat dari hormone-hormon derivat peptida dan asam amino, misalnya vasopresin dan norepinefrin.

D. Negative FeedbackMechanism (Mekanisme UmpanBalik Negative)
Merupakan suatu proses di mana hormon mempunyai pengaturan sendiri sehingga kadarnya selalu dalam keadaan optimum untuk menjaga keseimbangan dalam organ yang berada di bawah pengaruhnya.
manakala kadar hormone  telah mencukupi untuk menghasilkan efek yang dimaksudkan.Kenaikan kadar hormon lebih jauh dicegah oleh umpan balik negative. Peningkatan kadar hormon mengurangi perubahan awal yang memcu pelepasan hormon.Misalnya, peningkatan ACTH dari kelenjar pituitary anterior merangsang peningkatan pelepasan kortisol dari korteks adrenal , menyebabkan penurunan pelepasan ACTH lebih banyak.Kadar substansi dalam darah selain hormon juga memicu pelepasan hormone dan dikonrol melalui system umpan balik. Pelepasan insulin dari Pulau Langerhans di pancreas didorong oleh kadar glukosa dalam darah.

E. Organ endokrin terdiri dari :
                 Dua kelenjar endokrin yang utama adalah hipotalamus dan hipofise Aktifitas endokrin dikontrol secara langsung dan tak langsung oleh hipotalamus, yang menghubungkan sistem persyarafan dengan sistem endokrin dalam berespon terhadap input dari area lain dalam otak dan dari hormone dalam darah, neuron dalam hipotalamus mensekresi beberapa hormone releasing dan inhibiting. Hormone ini bekerja pada sel-sel spesifik dalam kelenjar pitvitari yang mengatur pembentukan dan sekresi hormone hifofise
     Organ endokrin terdiri dari :
1.      Glandula Hipofise
2.      Glandula Thyroid dan Parathyroid
3.      Glandula Adrenal
4.      Glandula Thymus
5.      Glandula Pineal
Organ lain yang juga menghasilkan hormon adalah pancreas, ovarium, testis.
1.    GLANDULA PITUITARY / KELENJAR HIPOFISE
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMWHmEL5Npd35Nxxdfb8P_g9YfhYofB-VDfKevWlAOxxaBAGgw75OykjxgFCysNLJjdqLL-4iSxLBfn4nty4Gb_ZSr8jOs4L1YFlz_8pJKPGsM0ZvbK1OFoxyHWvLzf_YORF4HopBCnbg/s320/k.JPG
Kelenjar hipofise terletak di bawah hypothalamus, di tengah sella tursica ( os sphenoidalis ). Karena letaknya berdekatan dengan chiasma opticum, pembesaran kelenjar hipofise akan mempengaruhi pandangan. Kelenjar ini berukuran panjang 1 cm, lebar 1-1,5 cm, dan tebal 0,5 cm. Bentuknya seperti kacang segilima.
Kelenjar hipofise terdiri dari 2 lobus :
a.       Lobus anterior / adenohipofise
dibentuk oleh pita sel menjalin dan jaringan luas kapiler sinusoid.
b.      Lobus posterior / neurohipofise
Terutama dibentuk oleh ujung axon dari nuclei supraotikum dan paraventrikulasI          hypothalamus.
c.       Lobus intermedia
dibentuk didalam sel embrio dari tengah dorsal kantong ratke (suatu
evaginasi atau jantung).
Hipofise menghasilkan hormon tropik dan hormon nontropik. Hormon tropik akan mengontrol sintesa dan sekresi hormon kelenjar sasaran sedangkan hormon nontropik akan bekerja langsung pada organ sasaran.
Kemampuan hipofise dalam mempengaruhi atau mengontrol langsung aktivitas kelenjar endokrin lain
(menghasilkan beberapa jenis hormon yang mengendalikan kegiatan banyak organ lain) menjadikan hipofise dijuluki      “ master of gland “ atau “ kelenjar pimpinan tubuh 

a.      Neurohipofise/lobus posterior
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3Crsl603Go4cBSGT69SSYYltqzdshEvgxMQ-ERk5pwOls-7zFbHGB6SKpD5Z8CL5f1WFXIlLvJLo_sb-IGEc5Dc-7NCXp6gIvqoUt7XobnVU-zHqImr-qtN6xdAUfZGctwm_5e7HE2pq3/s1600/0001.jpg                                                                             
Mengeluarkan sekret 2 jenis hormon :
1.      Anti Diuretik Hormon ( ADH ) / Vasopressin
*      Target organ hormon ini adalah ginjal.
*      Berperan dalam meningkatkan reabsorpsi air di ductus colligens ginjal sehingga menurunkan ekskresi urine.
*      Dapat meningkatkan tekanan darah dengan menstimulasi otot polos di arteriole sehingga terjadi konstriksi otot polos, tekanan darh meningkat.
Defisiensi ADH menyebakan Diabetes Insipidus dengan keluhan poliuria ( urine yang diproduksi kira-kira 5 liter / hari ) sehingga menyebabkan dehidrasi dan rasa haus terus menerus.
2.      Oxytocin
*      Merangsang kontraksi otot polos uterus pada waktu inpartu.
*      Merangsang pengeluaran ASI pada postpartum (dari alveoli payudara kedalam ductus).
*      Terlibat dalam transport sperma dalam traktus reproduktif wanita.
 ( sekresi ASI distimulasi oleh prolactin )

a.      Adenohipofise/lobus anterior
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1k0mp7bVonbFqjGvTmrNPXF7hc8Ij7oIsZfbUA5x0pCaFTc8cIgwv1vQBz-Kt9ue3Ksd2I3T6o8Xo6VU9Pef86S98GRo4oiFvtOg18IxQ5Ar0tszWVAAxVdLCo1NnvtGaUExF2pXn0s8/s320/kkk.JPG
Merupakan lobus yang besar ( 75 % dari berat total kelenjar hipofise ).Sekresi adenohipofise diatur oleh hormon-hormon yang dilepaskan hypothalamus yaitu Releasing Factor ( faktor pelepas ) dan Inhibiting Factor ( faktor penghambat ). Releasing Factor dan Inhibiting Factor akan ditransportasikan ke adenohipofise melalui sistem portal hipothalamic-hipofise.
Adenohipofise menghasilkan hormon :
1.      Growth Hormon ( GH ) / Somatotropin Hormon / Hormon pertumbuhan
Mengendalikan pertumbuhan tubuh dengan meningkatkan massa jaringan, menstimulasi pembelahan sel dan mempertahankan lempeng epiphyse tulang panjang.
Hipersekresi Growth Hormon pada masa pertumbuhan akan menyebabkan Gigantisme / Giantisme ( tinggi badan dapat melebihi 2 m ), sedangkan setelah pertumbuhan terhenti akan menyebabkan Akromegali.
Fungsinya antara lain
1.   Merangsang pertumbuhan tulang → bertambah panjang.
2.   Pertumbuhan dari masa kanak-kanak sampai pubertas.
3.   Pada saat pubertas GH tidak mempunyai efek pada tulang, karena tulang tidak dapat bertambah panjang lagi.
4.   Pertumbuhan dipengaruhi oleh factor interna (genetic, hormone) dan eksterna (makanan, keadaan sakit / sehat).
5.   Hormon tiroid mempengaruhi pertumbuhan sejak janin sampai anak-anak.
6.   Defisiensi GH sebelum pubertas akan menyebabkan Doorfism (Dewasa terlambat).
7.   Sekresi GH meningkat pada saat : stress, hipoglikemia, peningkatan asam amino, tidur.
2.      Prolactin
Terdapat pada wanita, berfungsi merangsang pembentukan ASI ( lactogenesis ) pada postpartum dan besama-sama dengan estrogen merangsang perkembangan sistem ductus glandula mammae selama kehamilan.
a.       Merangsang pertumbuhan kelenjar mamae (payudara).
b.      Sekresi Air susu (laktasi)
c.       Pada wanita hamil meningkat
3.      Thyroid Stimulating Hormon ( TSH ) / Thyrotropin
Menstimulasi thyroxin yaitu hormon utama yang dihasilkan oleh kelenjar thyroid.
Fungsinya antara lain :
a.       Merangsang pertumbuhan kelenjar gondok.
b.      Berperan penting dalam pembentukan sintesis protein.
c.       Dalam darah berikatan dengan gama globulin.
Peningkatan sekresi TSH akan menyebabkan Goiter.
4.      Adreno Corticotropic Hormon ( ACTH )
Menstimulasi cortex adrenal untuk menghasilkan hormon steroid ( hidrokortison ).
a.       Mempengaruhi pertumbuhan maturitas dan fungsi organ seks primer dan sekunder.
b.      Mempengaruhi / merangsang korteks adrenal mengontrol produksi kortisol.
5.      Lutenizing Hormon ( LH )
Merupakan hormon gonadotropin yang mengendalikan sekresi estrogen dan progesteron di dalam ovarium dan testosteron di dalam testis.
6.      Follicle Stimulating Hormon ( FSH )
Merupakan hormon gonadotropin yang menstimulasi perkembangan sel folikel dalam ovarium ( pada wanita ) dan produksi sperma ( pada pria ).
7.      Melanocyte Stimulating Hormon ( MSH )
Secara tidak langsung akan meningkatkan aktivitas melanosit.
a.       Merangsang pertumbuhan steroid atau korteks adrenal.
b.      Dapat merangsang korteks adrenal & dapat mempengaruhi prigmentasi.

2.    KELENJAR THYROID
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEia9PvbDWq_Z9kEQ82bur1Jp4vkNSe6BquDoGRFgtkPdfjakJ7Lp3hWV9AXMl7LkP6i1QVdWWiJzZVyI_y5WDVRdckqVMmxxhjGV9QNyW43eJBDWMydjR6vyTTLVZhMYFt3e4h0FO1yZZja/s320/0003.jpg
Kelenjar throid terletak di leher anterior trachea, terdiri dari 2 lobus (di kanan dan kiri trachea)yang dihubungkan dengan jaringan thyroid disebut isthmus thyroid.
Terdiri dari 2 tipe sel :
a.       Sel folikuler  : merupakan sel utama, menghasilkan sekret yang mengandung Yodium. Zat aktif utama dalam yodium adalah hormon thyroxin ( T4 / Tetra iodo thyronin ) dan  hormon triiodothyronin ( T3 )
THYROXIN DAN TRIIODOTHYRONIN
Fungsi :
*      Meningkatkan metabolisme basal.
*      Meningkatkan sensitivitas sistem kardiovaskular terhadap aktivitas saraf simpatis ( cardiac outpur dan heart rate ).
*      Mempercepat pertumbuhan.
*      Menstimulasi differensiasi sel dan sintesa protein.
Sekresi kelenjar thyroid diatur oleh TSH ( Thyroid Stimulating Hormon ) yang distimulasi oleh konsentrasi thyroxine yang rendah, dan kebutuhan energi yang meningkat ( dingin, stress, kehamilan ).
Hiposekresi kelenjar thyroid menyebabkan hypothyroidisme :
1.      Bila terjadi pada waktu masa bayi akan menyebabkan Cretinisme yang ditandai dengan retardasi mental,  perkembangan tulang dan otot irreguler.
2.      Bila terjadi pada masa dewasa menyebabkan Myxedema yang ditandai dengan gejala-gejala:
·         Proses metabolik menurun, suhu badan menurun.
·          Pertambahan berat badan.
·         Gerakan, cara berpikir dan bicara lambat.
·         Denyut nadi lambat.
·         Muka bengkak.
·         Kulit menebal, kering, rambut rontok dan jarang.
Hipersekresi kelenjar thyroid menyebabkan hyperthyroidisme / /Goiter / Grave disease  yang ditandai dengan gejala-gejala :
·         Kecepatan metabolisme naik, suhu tubuh meningkat.
·         Berat badan meningkat.
·         Gelisah dan mudah marah.
·         Denyut nadi meningkat, cardiac output bertambah.
·         Exophthalmus.
b.      Sel parafolikuler : memproduksi Calcitonin.
Calcitonin Bekerja menurunkan kadar Calcium dan Phosphat dalam darah.




KELENJAR PARATHYROID
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjifPDgcLsSNAZajG5VYvQW2P_ef1xmPQYPD3CdC3fHp5TY4aiefJqMBIXykiqHHaCWaJhxUJW7uBpj6p4KH3W2ADa7CEWIAt3c6_SWNk5k63XPwdEnPnk_4idz_OUMcggiqCFopzVyJo3N/s320/7.jpg
Kelenjar parathyroid seukuran kacang tanah, tertanam di lobus posterior thyroid. Terdapat 2 kelenjar pada masing-masing sisi. Kelenjar thyroid berfungsi mengatur kadar Calcium dan Phosphat dalam darah. Pada keadaan hipocalcemia hormon parathyroid mulai bekerja sehingga terjadi :
a.      Stimulasi osteoclast
b.      Peningkatan absorbsi Calcium dan Phosphat dari intestinum ke dalam darah.
c.       Peningkatan reabsorbsi Calcium oleh tubulus ginjal.
Hipoparathyroidisme menyebabkan  tetani ( kejang dan konvulsi)
Hiperparathyroidisme menyebabkan keseimbangan distribusi Calcium terganggu sehingga tulang menjadi keropos, Calcium diendapkan di dalam ginjal dan dapat menyebabkan batu ginjal dan kegagalan ginjal.

3.    KELENJAR ADRENAL / SUPRARENAL
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0CQeNR0G4e2Ka_Nmd2qbS3mPnH9_7a4gbeZKXYrwG4IN9BvK9237_cX5dzzi9AEYP3If-kvrandd6RwS9kWEaEvSSNwJ5hO8ivDFSzIrHmdYt5lTVQklPnGo9SQZG-78FCni7TGxdk1n8/s320/0002.jpg
Terdiri dari sepasang ginjal, masing-masing terletak di superior ginjal. beratnya 5-7 gr.
Terbentuk dari :
a.      Cortex adrenal : bagian luar, yaitu 90 % dari berat kelenjar adrenal.
Mensekresi 3 macam hormon steroid :
1.      Glukokortikoid yaitu  kortisol / hidrokortison ( 95 % ), kortison, kortikosteron,
11 deoksikortikosteron yang berfungsi :
*      Mempengaruhi metabolisme makanan
*      Stimulasi glukoneogenesis dan mengatur kadar gula darah.
*      Antiinflamasi
*      Mempengaruhi pertumbuhan
*      Menurunkan efek stress fisik dan emosi
*       Menurunkan sekresi ACTH
2.      Mineralokortikoid yaitu aldosteron.
Berfungsi mengontrol konsentrasi mineral. Aldosteron mengontrol  retensi Natrium dan kehilangan kalium dalam urine ( bekerja di ginjal ), serta meningkatkan  reabsorpsi Natrium dari keringat, saliva dan getah lambung
3.      Gonadokortikoid yaitu androgen.
 Gangguan kelenjar adrenal ( gonadokortikoid ) dapat menyebabkan maskulinisasi ( rambut pada wajah, suara berat, glandula mammae mengecil ).
Hyperadrenalisme (glukokortikoid ) menyebabkan penyakit Cushing dengan gejala muka lebar, striae abdominal, hiperglikemia, otot lemah.
Hypoadrenalisme menimbulkan penyakit Addison dengan gejala anemia, lemah, hiponatremia ( karena natrium banyak dikeluarkan ).
b.      Medulla adrenal
Mensekresi Epinefrin / Noradrenalin dan Norepinefrin / Noradrenalin, bekerja  dengan cara :
1.      Dilatasi arteri koroner, meningkatkan nadi, heart rate dan cardiac output.
2.      Meningkatkan tekanan darah ( karena cardiac output meningkat dan vasokonstriksi perifer ).
3.       Adrenalin membantu metabolisme karbohidrat dengan glikogenolisis.
4.      Sekresi adrenalin dan noradrenalin di bawah pengendalian sistem saraf simpatis. Sekresi bertambah dalam keadaan emosi seperti marah dan takut, dan dalam keadaan asfiksi dan kelaparan.

4.    KELENJAR THYMUS
Kelenjar thymus berfungsi membentuk antibodi. Kelenjar ini juga menghasilkan hormon thymic yang membantu proses pembentukan sel di sum-sum tulang belakang dan sistem imunitas untuk mengatasi infeksi.

5.    KELENJAR PINEAL
Kelenjar pineal terletak di otak tengah, di dalam hemisfer cerebri, di ujung posterior ventrikel III dan berukuran sebesar kacang tanah. Kelenjar ini menghasilkan melatonin yang diproduksi sepanjang malam, dan  produksinya  dihambat oleh sinar. Hal ini yang mempengaruhi siklus tidur.

PANCREAS
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyMtgHveRcjQCidRaT-Qw7J1hnUmzqNAShyaykWvSVW9Q7StBWJCAppzUGIutee3Oi9UaqIALOGtul4vMeCPQ72FlWayOOIZ4mBZ1yM8IGLIfTaE_JA_7eSlo8A4Xe7V2it93U_jcZaZPe/s320/0004.jpg
Merupakan kelenjar campuran karena bekerja sebagai :
1.      Kelenjar eksokrin :
Mensekresi enzim digestif  ( amilase, lipase, tripsinogen ) dan bahan alkali yang disalurkan ke duodenum melalui ductus pancreaticus.
2.      Kelenjar endokrin :
Hanya 1 % dari berat total kelenjar, terdiri dari pulau-pulau Langerhans ( pulau pancreas) yang berfungsi mensintesa, menyimpan dan mensekresi hormon. Pada pulau Langerhans terdapat :
a.       Sel alfa   : memproduksi glukagon.
GLUKAGON :
Pada keadaan kadar glukosa darah menurun, glukagon merangsang hepar untuk mengubah glikogen menjadi glukosa ( glikogenolisis ) yang menyebabkan  peningkatan kadar glukosa darah. Kerja lain dari glukagon adalah :
*      Merangsang glukoneogenesis yaitu pembentukan glukosa dari asam amino dan asam laktat.
*      Merangsang pelepasan asam lemak dan gliserol dari jaringan lemak.

b.      Sel beta  : memproduksi insulin.
INSULIN :
Segera setelah makan kadar glukosa darah akan meningkat, menyebabkan pelepasan insulin. Insulin menurunkan kadar glukosa darah dengan memperbaiki kemampuan sel tubuh untuk mengabsorbsi dan menggunakan glukosa dan lemak. Efek insulin adalah :
*      Meningkatkan transport glukosa melewati membran plasma.
*      Meningkatkan glikogenesis ( glukosa diubah menjadi glikogen ). Glikogen disimpan dalam hepar.
*      Meningkatkan transport  asam amino melalui membran sehingga meningkatkan sintesa protein, yang berarti meningkatkan pertumbuhan.
*      Meningkatkan perubahan glukosa menjadi asam lemak.
Sel saraf dalam otak permeabel terhadap glukosa karena glukosa adalah satu-satunya sumber energi otak.
Jika produksi insulin kurang, akan menyebabkan Diabetes Mellitus dimana terjadi akumulasi glukosa dalam darah tapi tidak dapat masuk ke dalam sel sehingga glukosa dikeluarkan kedalam urine. Glukosa dalam jumlah banyak dalam urine merupakan diuretik sehingga menyebabkan dehidrasi. Sel tidak dapat menggunakan akumulasi glukosa (glukosa adalah sumber energi) sehingga menimbulkan rasa lapar.
Gejala Diabetes Mellitus adalah 3P ( Polifagi, Poliuria, Polidipsi ).
Sekresi insulin berlebihan menyebabkan hipoglikemia.
c.       Sel delta : memproduksi somatostatin, yang menghambat sekresi glukagon dan insulin.
d.      Sel F: memproduksi pancreatic-polipeptida
Kedua hormon ini (gkukagon dan insulin) membantu mengatur metabolisme ( mempertahankan kadar glukosa  darah ) dan akan disekresi secara terus-menerus.

GONAD
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7o4n1KJE03r3TV08h0CaLZMox5P93om8Q2hT738ojM469VVx0Jm0zA-KQNZOph_HoAp0dOq0gIsvpAytGocthdyhM6jtvL1p6Voogdmt-rCVuH2uQW0iKZNs-32kQEOkIyCdPina8Ww8k/s320/0006.jpg
Gonad terdiri dari ovarium pada wanita dan testis pada pria, menghasilkan hormon sex yang berperan dalam mengatur fungsi reproduksi.
1.      Hormon sex pria :
Terdiri dari testosteron, LH ( Lutenizing Hormon ), FSH ( Follicle Stimulating Hormon ) yang menstimulasi  pembentukan sperma ( spermatogenesis ).
Testosteron penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan organ reproduksi pria, menstimulasi pertumbuhan bulu-bulu di wajah dan pubis, pembesaran larynx sehingga suara menjadi berat.
2.      Hormon sex wanita :
Ovarium menghasilkan hormon :
a.      Estrogen : mengatur siklus menstruasi, perkembangan glandula mammae dan karakter perkembangan seksual sekunder wanita.
b.      Progestin / progesteron : mengatur siklus menstruasi, perkembangan glandula mammae, dan membentuk placenta selama kehamilan.
c.       Relaxin : diproduksi dalam jumlah kecil. Pada waktu proses kelahiran akan menyebabkan cervix melunak dan relaksasi ligamen simphisis pubis.
Sekresi hormon ovarium diatur oleh :
a.       Follicle Stimulating Hormon : mengatur perkembangan folikel dalam ovarium setiap bulan sehingga kadar estrogen akan meningkat. Estradiol yang dihasilkan oleh corpus luteum ovarium akan menghambat produksi FSH.
b.      Lutenizing Hormon : meningkatkan produksi progesteron. Progesteron  menghambat produksi estrogen.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgudfxBdcskQPnAs53l8PSvBSIpF9glRZ-XTur_Y5-DlfR1dDXNi7oeUspdePuQ9gHUmgWyo54qjrl0vrJUfLl4KRhYD65BJtcOTsJF2TPMo0Sh1McpeKqB265DsoQetqoqkzLkCD_nnrmP/s320/0008.jpg